Kau masih saja menatap senja itu, senja berkelopak merah muda
Pandanganmu seolah kau ingin menumpahkan segalanya
Diam ... dan hanya diam, tanpa ada kata yang terucap

Tak terasa senja itu mulai pergi, meninggalkan tanpa permisi
dan kau belum beranjak dari tempatmu memulai semuanya

Semua membuyar membuat hatiku selalu terbang tatkala itu
Berkeliling mengitasri galaksi antar dimensi dalam ruang hatimu

Aku masih mengingat semuanya, tanpa terkecuali
Aku juga masih ingin semuanya sama
Ketika kau tersenyum simpul kepadaku
Ketika kau katakan padaku semuanya akan baik-baik saja

Semua serenade bersuara kelabu malam ini, tatkala mega itu membawa bintang pergi
dan aku masih terjaga dengan semua parodi-parodi tentang dunia yang terus berputar
dan meninggi seperti bianglala


kota mati, 14 juli 2014
dalam selimut kebekuan dan hujan yang menari bermahkota raja

Leave a Reply