Perasaan masih berkecamuk seperti badai katrina yang menghempaskan semuanya.  Ketika hidup tak lagi seperti yang kita pilih, ketika hidup dengan penuh keterpaksaan seperti roda yang harus selalu dibawah ... terinjak dan hanya berputar, tak ada irama yang bersenandung.  Tak seperti siulan mu yang terkadang bernada gembira, terkadang juga terdengar noktah bernada sendu.  Sendu...seperti langit pagi ini, kabut yang masih saja bergelayut pada cawan-cawan mega dan mentari yang masih saja berselimut mimpi.  Dingin yang masih saja membekukan otakku, hatiku pun terasa dingin...hampa, hanya lelehan semangat yang semakin deras mengalir dan menjauh.  aku lunglai....bisakah aku menyandarkan bebanku padamu, hanya sebentar saja.  Agar aku bisa berlari sejenak menggapai beberapa potongan siluet kehidupan yang terserak di ujung dunia.



kota mati, 10 Juni 2014
menanti pendaran sinar mentari..

Leave a Reply