Diam ku…
Bukan amarah yang membara dan membakar kain kehidupan
Bukan api yang menghasilkan jelaga dan noktah hitam

Tapi

Diamku
Adalah proses mengerti dan memahami arti kesabaran yang harus mengalir
Mengisi hati dan pikiran atas semua yang terjadi.

Diamku
Adalah proses menerima semua suratan takdir, garis-garis putus yang harus ku sambungkan kembali
Garis-garis yang harus bersimpul dengan kuat…menopang raga ini agar tak terjatuh dalam samudra merah

Kumohon … mengertilah, karena berat untuk menjalani semua yang tak sesuai dengan isyarat hati.

Biarkan aku terlelap dalam diamku…untuk saat ini
biarkan aku belajar untuk memahami matematika kehidupan yang Tuhan berikan

biarkan aku melihat semburat senja yang mengantarkan burung-burung pulang ke sangkarnya dengan damai
biarkan aku kembali dengan senyuman bukan kegundahan…
biarkan aku kembali dengan kebahagiaan bukan tangisan yang mengharu biru

Tuhan, malam ini aku titipkan mimpi-mimpiku kepada-Mu
hanya malam ini, agar aku bisa merangkai kembali mimpi-mimpi baru yang lebih indah




kota mati, 22 Juni 2014
ketika terpenjara dalam kenyataan...

Leave a Reply